Kebiasaan minum teh setelah makan telah menjadi tradisi yang mengakar di banyak masyarakat Indonesia. Bagi sebagian orang, mencicipi teh panas setelah menikmati hidangan dapat memberikan sensasi nyaman yang sulit tergantikan. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini bisa mempengaruhi tubuh dalam berbagai cara? Penelitian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan wawasan baru mengenai
Minum teh setelah makan menjadi tradisi yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Banyak yang menikmati seduhan teh hangat untuk menutup santapan harian mereka. Namun, pertanyaan muncul, apakah kebiasaan ini baik untuk kesehatan tubuh kita? Penelitian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencoba memberikan pencerahan atas fenomena ini. Pandangan Peneliti BRIN Menurut para peneliti
Kabar mengejutkan datang dari Jakarta Selatan di mana seorang wanita muda, Airin Stanyawati, didiagnosis mengalami stroke pada awal tahun 2026. Kejadian ini menggugah kesadaran banyak orang akan bahaya penyakit tersebut yang ternyata tidak pandang usia. Selama ini, stroke lebih diketahui sebagai penyakit yang menyerang orang tua, namun fakta bahwa Airin mengalaminya di usia 32 tahun
