Skip to content
  • Home
  • Kesehatan Fisik
    • Nutrisi & Pola Makan
    • Olahraga & Kebugaran
    • Penyakit & Pencegahan
  • Kesehatan Mental
  • Kesehatan Keluarga
  • Gaya Hidup Sehat
  • Contact

Copyright walatrasehatmata 2025 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress

logo sehat mata
  • Home
  • Kesehatan Fisik
    • Nutrisi & Pola Makan
    • Olahraga & Kebugaran
    • Penyakit & Pencegahan
  • Kesehatan Mental
  • Kesehatan Keluarga
  • Gaya Hidup Sehat
  • Contact
You are here :
  • Home
  • Kesehatan Fisik ,
  • Penyakit & Pencegahan
  • Penyakit PES: Gejala, Penularan, & Pencegahan
Kesehatan Fisik . Penyakit & Pencegahan Article

Penyakit PES: Gejala, Penularan, & Pencegahan

On November 16, 2025 by Roger Murphy
Penyakit PES

walatrasehatmata.biz.id – Penyakit PES atau Pesteurellosis adalah infeksi bakteri Yersinia pestis yang menyerang tikus/hewan pengerat dan dapat menular ke manusia melalui kutu tikus sebagai vektor utama – dikenal juga sebagai “Black Death” versi modern. Sebagai contoh, WHO catat 1.000-2.000 kasus global/tahun, terutama di Afrika, Asia, Amerika, dengan fatalitas 30-60% jika tidak diobati dalam 24 jam. Selain itu, di Indonesia, kasus sporadis di Jawa Timur dan Papua, terakhir 2023 di Malang. Dengan demikian, penyakit ini dibagi 3 jenis: PES Kelenjar Getah Bening (bubonic), PES Infeksi Luas (septicemic), dan PES Pneumonik (pneumonic). Oleh karena itu, artikel ini sajikan gejala, penularan, pencegahan, pengobatan, dan update 2025.

Jenis & Gejala Penyakit PES

Penyakit PES memiliki 3 bentuk klinis dengan gejala khas:

Jenis Gejala Utama Masa Inkubasi Fatalitas Tanpa Obat
Kelenjar Getah Bening (80% kasus) Demam tinggi 39-40°C, menggigil, pembengkakan kelenjar getah bening (buboes) di ketiak/paha, nyeri hebat, mual 2-6 hari 30-60%
Infeksi Luas (septicemic) Demam, lemas ekstrem, pendarahan kulit (bintik hitam), syok, kegagalan organ 1-3 hari 90-100%
Pneumonik (paru-paru) Batuk darah, sesak napas, nyeri dada, demam, penularan antarmanusia via droplet 1-3 hari 100%

Sebagai contoh, buboes adalah tanda klasik, ukuran telur ayam, muncul 2-6 hari pasca gigitan kutu. Selain itu, CDC: “PES pneumonik paling berbahaya, menular via udara seperti flu”. Dengan demikian, diagnosis dini via tes darah/kultur bakteri krusial.

Cara Penularan Penyakit PES

Penyakit PES menular melalui 5 jalur utama:

  1. Gigitan kutu tikus (Xenopsylla cheopis) yang sebelumnya hisap darah tikus terinfeksi – vektor 90% kasus.
  2. Droplet udara dari penderita PES pneumonik saat batuk/bersin.
  3. Kontak langsung dengan luka/nanah penderita.
  4. Kontak tidak langsung via tanah/air tercemar bakteri.
  5. Makanan/minuman terkontaminasi kotoran tikus.

Sebagai contoh, kutu hidup 6-12 bulan, lompat 30 cm, aktif malam hari. Selain itu, hewan peliharaan (kucing) bisa jadi perantara jika terinfeksi. Dengan demikian, risiko tinggi di daerah kumuh, gudang, sawah.

Pencegahan Penyakit PES

Penyakit PES dicegah dengan 3 strategi utama:

  • Lingkungan bersih: Gunakan racun tikus (rodentisida), tutup lubang masuk, simpan makanan di wadah kedap, bersihkan rumah 2x/minggu.
  • Proteksi diri: Pakai masker N95, sarung tangan saat kontak penderita; hindari daerah endemik tanpa sepatu.
  • Kebersihan makanan: Cuci sayur/buah dengan air mengalir, masak daging hingga matang, hindari air mentah.

Sebagai contoh, Kemenkes RI: “Vaksin PES tersedia untuk pekerja laboratorium, tapi tidak untuk publik”. Selain itu, obat pencegahan: Doxycycline 100mg 2x/hari selama 7 hari pasca paparan. Dengan demikian, lapor Dinkes jika temukan tikus mati massal.

Pengobatan & Update 2025

Penyakit PES sembuh 100% jika diobati dini dengan antibiotik:

  • Streptomycin IM 1g 2x/hari (7-10 hari).
  • Alternatif: Gentamicin, Doxycycline, Ciprofloxacin.

Sebagai contoh, pasien harus isolasi 48 jam setelah antibiotik dimulai. Selain itu, update 2025: WHO luncurkan rapid test PES (hasil 15 menit), distribusi ke Indonesia Q1 2026. Dengan demikian, Kemenkes: “Laporan kasus wajib <24 jam”. Oleh karena itu, hotline 119 ext. 9.

Penyakit PES: Bakteri Yersinia pestis. Oleh karena itu, gigitan kutu. Sebagai contoh, 3 jenis. Selain itu, demam buboes. Dengan demikian, bersihkan rumah. Akibatnya, aman 2025!

You may also like

Cacingan

Cacingan: Gejala, Cara Mengobati, dan Pencegahan Ampuh 2025

November 24, 2025
Panu

Panu: Penyebab, Gejala, & Cara Ampuh Hilangkan dalam 7–14 Hari

November 23, 2025
Ebola

Ebola 2025: Update Terkini, Gejala, Penularan, Vaksin & Cara Pencegahan Lengkap

November 22, 2025
Tags: Gejala, Pencegahan, Penyakit PES
December 2025
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
« Nov    

Categories

  • Business
  • Gaya Hidup Sehat
  • Kesehatan Fisik
  • Kesehatan Keluarga
  • Kesehatan Mental
  • Nutrisi & Pola Makan
  • Olahraga & Kebugaran
  • Penyakit & Pencegahan

Archives

  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025

Categories

  • Business
  • Gaya Hidup Sehat
  • Kesehatan Fisik
  • Kesehatan Keluarga
  • Kesehatan Mental
  • Nutrisi & Pola Makan
  • Olahraga & Kebugaran
  • Penyakit & Pencegahan

Meta

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

PARTER MEDIA

  • sewamobiljogjalepaskunci
  • clubidenticar-corporate
  • masjidku
  • mediainfo
  • mushroomstoreusa
  • rahmatullah
  • netter
  • kickthegongaround
  • parksidediner
  • jalanjalan
  • virtualteam
  • wartasehat
  • majuterus99
  • owntheaddress
  • polres-serkot
  • advent1jkt
  • st-bellarminus
  • syj
  • iaintulungagung
  • mercubuanayogya
  • thetransicon
  • innoventure
  • ckstar
  • ceritawan
  • evil-world
  • lip-akko
  • homemadebymiriam
  • followergratis
  • thepicklemiami
  • smart-money
  • tobehonesttheatre
  • sarjana
  • trilogi-university
  • ymarkel
  • asean
  • hey-expert
  • spabaansuerte
  • megaofficial
  • viralizou
  • bombou

Copyright walatrasehatmata 2025 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress